Tartila, Inovasi MTsN 5 Kulon Progo dalam Literasi Al Quran Berbasis Sinergi Masyarakat
- Jum'at, 27 Februari 2026
- Administrator
- 0 komentar
- Dilihat 159 kali
Kulon Progo (MTsN5KP) - Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Kulon Progo hidupkan suasana pagi dengan lantunan ayat-ayat suci Al Quran melalui program Tartila (Tahsin Tahfiz Literasi Al Quran). Pada Rabu (27/02/2026) pagi, giliran seluruh siswa kelas 8 menjalani kegiatan Tartila dengan khidmat sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Program ini menjadi salah satu jalan bagi madrasah dalam membentuk karakter religius siswa sekaligus memastikan kualitas bacaan Al Quran mereka terjaga dengan baik dan benar.

Hal yang istimewa dari kegiatan Tartila ini adalah keterlibatan aktif masyarakat sekitar. Para pengajar yang membimbing siswa praktisi Al Quran dari lingkungan sekitar madrasah. Sinergi ini merupakan bentuk kerja sama nyata antara MTsN 5 Kulon Progo dengan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.

Pelaksanaan Tartila diatur secara sistematis agar bimbingan berjalan efektif dan terfokus. Jadwal kegiatan dilaksanakan secara bergantian setiap minggunya, yakni siswa kelas 7 pada Selasa pagi, kelas 8 pada Rabu pagi, dan kelas 9 pada Kamis pagi. Dengan pembagian ini, setiap jenjang mendapatkan perhatian penuh dari para pembimbing dalam memperbaiki tajwid (Tahsin), menambah hafalan (Tahfiz), serta memahami kandungan ayat (Literasi).

Program Tartila di MTsN 5 Kulon Progo ini juga bersifat inklusif dan tidak hanya ditujukan bagi siswa yang sudah mahir. Bagi siswa yang masih berada pada tahap pengenalan huruf atau pembacaan Iqra, para pembimbing memberikan pendampingan khusus secara lebih personal dan sabar. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap siswa, apa pun tingkat kemampuannya, mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperbaiki bacaan mereka dari dasar hingga benar-benar lancar, sehingga tidak ada satu pun siswa yang merasa tertinggal dalam mempelajari kitab suci Al Quran.

Kepala MTsN 5 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme siswa dan dukungan para pengajar dari masyarakat. Beliau menekankan bahwa program ini adalah langkah strategis madrasah dalam mencetak generasi yang Qurani. Kehadiran pembimbing dari luar madrasah diharapkan mampu memberikan variasi metode belajar dan mempererat tali silaturahmi antara madrasah dengan warga sekitar.

"Kami berharap melalui program Tartila ini, siswa tidak hanya sekadar bisa membaca, tetapi benar-benar mencintai Al Quran sebagai pedoman hidup. Keterlibatan masyarakat sekitar sebagai pembimbing juga menjadi bukti bahwa pendidikan karakter anak adalah tanggung jawab kita bersama antara madrasah dan lingkungan," ujar Kamad. (jkp)
Artikel Terkait
Hangat Kebersamaan, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Kembul Bujana Ketupat di Hari Pertama Masuk
Selasa, 31 Maret 2026
Peduli Lingkungan, MTsN 5 Kulon Progo Raih Penghargaan Madrasah Adiwiyata Kabupaten
Selasa, 31 Maret 2026
Langkah Nyata Menuju WBK, MTsN 5 Kulon Progo Terima Penghargaan Zona Integritas
Selasa, 31 Maret 2026
Hangatnya Silaturahmi, MTsN 5 Kulon Progo Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Madrasah
Senin, 30 Maret 2026
Menyentuh Hati, Kyai Ali Mustofa Sampaikan Hakikat Kenikmatan Tertinggi dalam Halal Bihalal MTsN 5 Kulon Progo
Senin, 30 Maret 2026
Lestarikan Tradisi Lebaran, Siswa MTsN 5 Kulon Progo Belajar Membuat Ketupat di Masjid Jabal Thoriq
Jum'at, 13 Maret 2026
Al-Qur’an sebagai Kompas Pergaulan Remaja dalam Pesantren Ramadhan MTsN 5 Kulon Progo
Jum'at, 13 Maret 2026